TERNATE – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (BEM FATEK UMMU) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Senin (13/7/2026).
Dalam aksi tersebut, massa melakukan penyegelan simbolis terhadap pintu masuk gedung rektorat sebagai bentuk protes terhadap tata kelola kampus yang dinilai belum berpihak kepada mahasiswa.
Aksi bertajuk “Teknik Menggugat” itu dipimpin Koordinator Lapangan Rahmat Abdullah. Menurut Rahmat, aksi dilakukan untuk mendesak rektorat segera menindaklanjuti berbagai persoalan yang selama ini menjadi keluhan mahasiswa.
“Kami meminta rektorat segera membuka ruang dialog dan memberikan penjelasan kepada mahasiswa. Transparansi pengelolaan biaya akademik merupakan hak mahasiswa yang harus dipenuhi,” kata Rahmat dalam orasinya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti keterbukaan pengelolaan biaya akademik, mulai dari uang sarana, biaya semester, dana KKSD, hingga biaya wisuda. Mereka juga menilai sejumlah fasilitas kampus masih perlu dibenahi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Selain melakukan penyegelan simbolis, massa menyampaikan sembilan tuntutan kepada pihak rektorat. Tuntutan itu meliputi perbaikan fasilitas kampus, transparansi dana KKSD dan biaya wisuda, penyediaan tenaga kebersihan di setiap program studi, pemasangan lampu penerangan di lingkungan kampus, peninjauan kembali biaya akademik, penambahan tenaga kependidikan, transparansi pembongkaran Gedung Aula Utama, pembentukan Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat universitas, serta mewujudkan sistem pendidikan yang ilmiah, produktif, dan demokratis.
Mahasiswa menyatakan akan terus mengawal tuntutan tersebut hingga pihak universitas memberikan tanggapan resmi. Mereka juga meminta rektorat segera membuka komunikasi dengan mahasiswa guna menyelesaikan berbagai persoalan yang menjadi perhatian bersama.
Hingga berita ini ditulis, pihak Rektorat Universitas Muhammadiyah Maluku Utara belum memberikan tanggapan atas aksi maupun tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak universitas.(#)

Tinggalkan Balasan