Djafar Alkatiri Tokoh Agama

SOFIFI – Penolakan terhadap paham separatis Republik Maluku Selatan (RMS) kembali ditegaskan oleh tokoh agama di Maluku Utara. H. Djafar Alkatiri, Koordinator Wilayah MUI Sofifi sekaligus tokoh agama lintas sektor di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara.

Menurutnya, paham separatisme seperti yang dilakukan RMS merupakan ancaman serius terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” Separatisme bisa memecah belah bangsa dan memicu konflik SARA. Ini tidak bisa ditoleransi,” ujarnya, Senin, (23/6/2025).

Djafar juga menyoroti insiden pengibaran bendera RMS di area pertambangan IWIP, Kabupaten Halmahera Tengah, yang sempat menimbulkan keresahan,” Kejadian di Halteng jangan sampai terjadi di Tidore. Kami menolak keras dan akan terus menjaga agar paham RMS tidak menyebar di wilayah kami,” tegasnya.

Ia pun mengajak masyarakat, khususnya di Maluku Utara, untuk tidak mudah terprovokasi isu-isu negatif yang dapat memecah belah kerukunan,” Maluku Utara dikenal sebagai daerah yang toleran. Jangan sampai dirusak oleh oknum luar yang membawa agenda konflik,” ujarnya lagi.

Djafar menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah. Ia juga menyampaikan bahwa keindahan Indonesia terletak pada keberagaman yang bersatu,” Kita harus menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan alat untuk dipecah belah,” tutupnya.(*)