
SANANA– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupeten Kepulauan Sula Maluku Utara, diminta memperhatikan warga desa Fokalik yang terdampak bencana angin puting beliung pada Selasa 3 Maret 2026 lalu.
Ketua Lembaga Kajian Strategis Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kepulauan Sula Sugiono Husni mengungkapkan, penanganan yang dilakukan oleh BPBD Kepulauan Sula kepada masyarakat Desa Fokalik Kecamatan Sanana Utara kurang maksimal.
”Bantuan dari pemerintah daerah berupa material untuk kepentingan pembangunan rumah, berupa lata, atap rumah (seng) yang di datangkan pada bulan lalu, tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (6/4/2026).
Sugiyono menyebut, sudah memasuki satu bulan, warga desa Fokalik yang terdampak bencana angin puting beliung tidak mempunyai tempat tinggal yang layak.
”Kurang lebih satu bulan torang (kita) punya sodara (saudara) tinggal dan duduk dengan orang, ada juga yang duduk dengan kondisi atap rumah yang terbuka, dan dapur yang tidak bisa lagi dipakai untuk bamasa (memasak),” tuturnya.
Fokus BPBD tidak boleh tertuju pada penyaluran bantuan material semata, tetapi harus menjalankan fungsi pengawasan secara menyeluruh terhadap proses pembangunan kembali rumah warga.
“BPBD memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar distribusi bantuan. Fungsi pengawasan adalah bagian yang melekat, terutama dalam memastikan rekonstruksi berjalan sesuai standar dan hasilnya layak huni bagi masyarakat,” tegas Sugiono.
Selain itu, ia juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah terkhususnya BPBD dalam mendatangkan alat-alat bangunan yang menjadi kebutuhan kepada masyarakat terdampak.
”Saya juga tahu bahwa BPBD tidak hanya mendatangkan alat bangunan, lalu membiarkannya begitu saja, harus ada perhatian serius, jangan terkesan BPBD lambat dalam mengatasi fenomena alam angin puting beliung yang menimpah warga Fokalik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan