
TIDORE – Kementerian Pertanian (Kementan) RI menggandeng Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, BRMP Maluku Utara, dan Kodim 1505/Tidore dalam kegiatan penanaman padi gogo di Desa Trans Kosa, Kecamatan Oba, Minggu (3/8/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari akselerasi program perluasan areal tanam padi gogo untuk mendukung ketahanan pangan di Maluku Utara.
Mewakili Wali Kota Tidore, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain menyebutkan bahwa daerahnya memiliki potensi besar dalam pengembangan padi gogo, dengan luas lahan yang diproyeksikan mencapai 850 hektare.
“Untuk kawasan Trans Kosa dan Trans Tayawi, telah ditetapkan dalam perda sebagai lahan pertanian seluas 600 hektare yang tidak bisa diubah peruntukannya,” ujar Taher.
Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu program unggulan dalam RPJMD Wali Kota dan Wakil Wali Kota periode 2026–2030, sejalan dengan Asta Cita Presiden tentang swasembada pangan.
Taher menambahkan, Pemkot menargetkan pembukaan 100 hektare lahan per tahun selama lima tahun ke depan. Namun, realisasi target tersebut tetap memerlukan dukungan infrastruktur dan sarana pertanian lainnya.
Sementara itu, Plt. Dirjen Perkebunan Kementan RI, Abdul Roni Angkat, menegaskan bahwa penanaman ini bukan sekadar seremoni belaka.
“Ini bentuk komitmen bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan petani untuk memperkuat ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan,” kata Roni.
Ia juga berharap program padi gogo tidak hanya menjadi proyek jangka pendek, tetapi mampu mendorong perubahan sistem pertanian yang lebih adaptif dan berdaya saing.
Menanggapi permintaan Pemkot Tidore, Roni juga meminta agar kebutuhan program segera diusulkan agar bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Ambon, Kepala BRMP Malut, Danramil 1505-05/Sofifi, Kadis Pertanian Malut, serta para petani dan penyuluh pertanian setempat.(tg)

Tinggalkan Balasan