TERNATE – Aksi masyarakat Kelurahan Kalumpang, Kota Ternate, dinilai bukan sekadar bentuk penolakan terhadap rencana pemindahan Puskesmas Kalumpang.
Aksi tersebut disebut sebagai wujud kegelisahan warga terhadap arah kebijakan Pemerintah Kota Ternate terkait pembangunan RSUD Ternate yang dinilai terus berubah.
Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif, mengatakan rencana pembangunan RSUD Ternate sejak awal telah mengalami beberapa perubahan skema dan lokasi.
Menurut dia, pembangunan RSUD Ternate awalnya diwacanakan berada di kawasan reklamasi melalui skema multiyears. Namun, rencana tersebut kemudian berubah menggunakan skema KPDBU dengan melibatkan PT WIKA sebagai penyedia. Setelah itu, muncul kembali wacana pemanfaatan Plaza Gamalama Modern sebagai lokasi rumah sakit daerah.
“Sekarang muncul lagi rencana pengalihan fungsi Puskesmas Kalumpang menjadi RSUD Ternate. Ini yang memunculkan kegelisahan di masyarakat,” kata Nurlaela, Kamis (7/5/2026).
Ia menilai Puskesmas Kalumpang selama ini telah berfungsi optimal dalam melayani sekitar 39 ribu jiwa masyarakat, termasuk peserta BPJS Kesehatan.
Karena itu, Nurlaela mempertanyakan alasan pemindahan fasilitas kesehatan tersebut.
Menurut dia, Pemerintah Kota Ternate seharusnya menyusun perencanaan pembangunan RSUD secara matang dan terukur agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Ia juga menyarankan agar pembangunan RSUD diarahkan ke wilayah Kecamatan Ternate Pulau, Ternate Selatan, atau tiga pulau terluar guna mendorong pemerataan fasilitas kesehatan.
“Wilayah Ternate Tengah saat ini sudah terlalu banyak fasilitas kesehatan. Perlu ada pemerataan layanan kesehatan di wilayah lain,” ujarnya.(al)

Tinggalkan Balasan