TIDORE – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tidore Kepulauan, M. Saleh Yasin, mengajak masyarakat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.

Imbauan itu disampaikan menyikapi berkembangnya isu sosial di tengah masyarakat, termasuk polemik film dokumenter “Pesta Babi” dan konflik yang terjadi di Banemo.

Saleh meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan dan kerukunan antarwarga. Menurut dia, menjaga stabilitas keamanan daerah menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Terkait polemik film dokumenter ‘Pesta Babi’, kami mengimbau seluruh pihak agar menyikapi persoalan tersebut secara bijak dengan mengedepankan dialog, saling menghormati, serta tidak menyebarkan narasi provokatif yang dapat menimbulkan gesekan sosial,” ujar Saleh, Minggu (24/5/2026).

FKUB Kota Tidore Kepulauan juga menyoroti konflik yang terjadi di Banemo. Saleh menilai peristiwa tersebut harus menjadi pembelajaran bersama agar masyarakat tetap menahan diri dan mengedepankan penyelesaian damai.

Ia meminta masyarakat menyerahkan penyelesaian persoalan kepada pemerintah, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan melalui jalur musyawarah.

Saleh juga menegaskan pentingnya menjaga semangat persaudaraan, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya stabilitas keamanan di Tidore Kepulauan maupun wilayah Maluku Utara secara umum.(*)