
TERNATE – Ketua Harian Perguruan Shokaido Maluku Utara, Ben Oni Dolla, menyoroti kinerja Caretaker FORKI Maluku Utara yang dinilai tidak transparan dalam proses menuju Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub).
Ben mengaku pihaknya justru mengetahui terbitnya SK Caretaker FORKI Malut dari pemberitaan media online. Padahal, penerima SK dari PB FORKI semestinya menyosialisasikan keputusan tersebut kepada seluruh anggota, baik perguruan maupun FORKI kabupaten/kota.
“Tidak ada sosialisasi SK, tapi tiba-tiba kami dengar Musprovlub mau digelar 20 November 2025. Informasinya pun bukan dari panitia, tapi dari salah satu pelatih,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Ben menilai cara kerja caretaker menyalahi mekanisme organisasi. Menurutnya, ketua caretaker semestinya memahami tahapan musyawarah, terlebih untuk musyawarah luar biasa.
Hingga kini, ia menyebut tidak ada rapat koordinasi terkait mekanisme Musprovlub, tidak ada pengumuman pendaftaran bakal calon ketua, serta tidak ada publikasi resmi terkait persyaratan pencalonan.
“Tiba-tiba ada kabar musyawarah digelar, ini aneh dan tidak wajar,” tegasnya.
Shokaido Maluku Utara sendiri mengusung Dr. Nurlela Syarif sebagai bakal calon Ketua FORKI Malut periode 2025–2029.
Ben juga menegaskan bahwa Shokaido merupakan anggota sah FORKI dengan SK kepengurusan yang masih berlaku dan memiliki hak suara. Karena itu, ia menolak jika musyawarah hanya melibatkan kelompok tertentu.
“Katanya ada tujuh perguruan yang mendukung. Apakah caretaker tahu, tujuh perguruan itu SK-nya aktif atau tidak? Caretaker juga tidak pernah berkoordinasi dengan pengurus FORKI demisioner untuk memastikan siapa yang punya hak suara,” katanya.
Ia bahkan mengungkap pihaknya mendapat informasi bahwa susunan kepengurusan FORKI Malut periode 2025–2029 sudah beredar sebelum musyawarah digelar.
“Ini parah. Musyawarah belum ada, tapi kabarnya kepengurusan sudah disusun. Kami minta jadwal resmi pendaftaran calon ketua FORKI Malut dipublikasikan secara terbuka,” tutupnya.(ys)

Tinggalkan Balasan