Flayer Konsulidasi

JAILOLO – Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Kekerasan Seksual Anak Halmahera Barat  mendesak aparat kepolisian segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah tersebut.

Aliansi menilai hingga saat ini kepolisian belum memberikan kejelasan terkait perkembangan penanganan perkara tersebut, khususnya mengenai status hukum terduga pelaku.

Koordinator Aliansi Oxtorus Seda mengatakan, lambannya proses penetapan tersangka menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya rasa keadilan bagi korban dan keluarganya.

“Kami mendesak Polres Halmahera Barat segera menetapkan tersangka. Penanganan kasus ini harus dilakukan secara transparan dan sesuai aturan hukum yang berlaku demi keadilan bagi korban,” ujarnya.

Sebagai bentuk pengawalan terhadap proses hukum, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Kekerasan Seksual Anak Halbar berencana menggelar konsolidasi serta teknis lapangan (Teklap) pada Senin (16/3/2026) besok di Lapangan Sasadu Lamo, Jailolo.

Aliansi menilai, penundaan penetapan tersangka berpotensi memperpanjang trauma korban serta menciptakan preseden buruk bagi upaya perlindungan anak di Halmahera Barat.

Mereka menegaskan akan terus mengawal kasus tersebut hingga proses hukum berjalan secara transparan dan tuntas.(cul)