
MOROTAI – Solidaritas Aksi Mahasiswa untuk Rakyat Indonesia Maluku Utara (Samurai MU) Distrik Universitas Pasifik menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pulau Morotai, Senin, (4/8/2025)
Mereka menuntut perhatian pemerintah daerah terhadap sektor pertanian dan menuntut penuntasan kasus dugaan pelecehan seksual oleh seorang kepala sekolah.
Aksi dimulai sejak pagi dan sempat diwarnai kericuhan. Seorang mahasiswa terlibat baku pukul dengan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas mengamankan jalannya aksi.
Koordinator lapangan, Ruslan Jamal, mengatakan temuan mereka di Desa SP 1 dan SP 4 menunjukkan minimnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar petani.
“Pupuk, bibit, obat-obatan, dan sarana pendukung lainnya tidak pernah diberikan. Petani juga tidak memiliki lahan tetap, hanya sebatas pinjam pakai,” ujar Ruslan.
Selain masalah pertanian, massa aksi juga menyoroti kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah di salah satu SMA di Kecamatan Morotai Jaya. Sedikitnya enam siswi disebut menjadi korban.
“Ini kejahatan serius yang tidak bisa ditoleransi. Kami akan terus mengawal kasus ini hingga para korban mendapat keadilan,” kata Ruslan.(In)

Tinggalkan Balasan