
TIDORE – Korban penipuan investasi bodong World Pay One (Wpone) di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, mengalami kerugian hingga ratusan juta setelah uang yang di investasikan tidak bisa melakukan penarikan.
“Semacam itu (investasi bodong), kerugian mencapai ratusan juta, setelah uang tidak bisa tarik,” ujar IK (34), korban investasi Wpone, Selasa (25/3/2025).
Dia menceritakan, korban investasi Wpone di Kota Tidore Kepulauan ini terdiri dari berbagi kalangan, karena tergiur dengan penghasilan yang didapatkan dengan modal awal sebesar Rp 500 ribu.
Ia menjelaskan, sejak 20 Februari 2025 lalu melakukan penarikan, namun tidak bisa. Dirinya diminta untuk menunggu hingga 14 Maret.
“Setelah itu pada saat tanggal 14 Maret, kan hari Jumat itu, jadi saya mulai penarikan, karena butuh proses 24 jam dananya bisa masuk di rekening. Tetapi waktu itu kalau kita penarikan dilakukan penolakan,” terangnya.
Dia bilang, bisnis Wpone ini awalnya dijalankan oleh salah seorang ASN Pemkot Tidore Kepulauan, kemudian merekrut anggota (member) termasuk dirinya.
Bahkan pernah dilakukan pertemuan dengan member dan calon member di Kantor Camat Tidore Utara, dan awal gabung disampaikan jika ada masalah uangnya dikembalikan.
Saat ini, IK belum melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Polisi. Dia masih berharap uangnya bisa kembali, apalagi sudah mendekati lebaran idul fitri 1446 H.
“Mau lebaran, kami butuh uang, saat ini belum lapor polisi. Kami masih tunggu, kalau tidak ada baru kami laporkan ke Polisi,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan