
SOFIFI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada 27 Maret hingga 2 April 2025.
Imbauan ini merespons rilis prospek cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Babullah Ternate.
Kepala BPBD Maluku Utara, Fehby Alting, menyatakan bahwa seluruh BPBD di tingkat kabupaten/kota harus mengambil langkah antisipatif guna menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
“Kami menginstruksikan BPBD kabupaten/kota untuk meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait, mempersiapkan sumber daya, dan terus memperbarui informasi cuaca dari BMKG,”ujar Fehby, Kamis, (27/3/2025).
Selain itu, pemantauan kondisi lapangan serta penyebaran peringatan dini kepada masyarakat juga harus diintensifkan.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing, terutama bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai atau daerah perbukitan yang rawan longsor. Fehby juga meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di sekitar pohon tua yang berisiko tumbang akibat angin kencang.
“Bagi nelayan dan kapal-kapal yang beroperasi di perairan Maluku Utara, kami harap mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melaut. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ucap Fehby.
BPBD Maluku Utara juga memastikan kesiapan jalur evakuasi dan rambu-rambu peringatan di berbagai wilayah untuk memudahkan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG guna mendapatkan perkembangan terkini mengenai kondisi cuaca.
“Jangan percaya informasi hoaks. Pastikan sumber informasi berasal dari BMKG atau instansi resmi terkait,” kata Fehby.(*)

Tinggalkan Balasan