Presidium Rakyat Tidore Geruduk Kantor Gubernur Maluku Utara

SOFIFI — Ratusan warga yang tergabung dalam Presidium Rakyat Tidore menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Maluku Utara, di Sofifi.

Mereka menolak wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Sofifi yang dinilai tidak adil dan sarat kepentingan politik.

Massa datang mengenakan pakaian adat Tidore, membawa spanduk dan poster tuntutan. Mereka mendesak Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, untuk menjelaskan langsung sikap pemerintah terkait wacana pemekaran tersebut.

“Kami datang untuk bertanya langsung kepada Gubernur Sherly. Kenapa hanya Sofifi yang terus diusulkan? Bagaimana dengan daerah lain yang juga menuntut pemekaran?,” kata salah satu orator dari atas mobil komando, Rabu (23/7/2025).

Massa menolak perwakilan dari pemerintah provinsi dan bersikeras ingin bertemu langsung dengan Gubernur. Mereka menuding Sherly Tjoanda lebih sibuk membangun citra di media sosial ketimbang menyelesaikan persoalan krusial di daerah.

“Jangan hanya pencitraan di TikTok. Banyak persoalan rakyat yang lebih mendesak,” ujar orator lain.

Selain menolak DOB Sofifi, massa menuntut agar seluruh proses pemekaran wilayah dilakukan secara adil dan terbuka. Mereka juga meminta agar kebijakan pemekaran tidak dijadikan alat konsolidasi politik.

Aksi berlangsung damai di halaman kantor gubernur dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan Satpol-PP.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pertemuan antara massa dan pihak pemerintah provinsi.(nox)