
TERNATE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara berencana mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pengendalian Lalu Lintas, Pemeliharaan, dan Peredaran Unggas.
Kebijakan tersebut dinilai sudah tidak relevan dengan kebutuhan daerah saat ini, khususnya dalam upaya mendorong kemandirian di sektor peternakan unggas.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan rencana pencabutan itu akan melibatkan diskusi bersama DPRD dan masyarakat.
“Jika disepakati bersama, pergub tersebut akan kami cabut. Dengan demikian, peluang untuk mengembangkan peternakan ayam petelur dan pedaging bisa terbuka di Maluku Utara,” ujar Sherly, Jumat (25/7/2025).
Pergub yang diterbitkan pada 2007 tersebut semula bertujuan untuk menjaga kesehatan hewan, mencegah penyebaran penyakit unggas, serta menjaga ketahanan pangan.
Namun seiring waktu, peraturan itu menjadi salah satu faktor penghambat tumbuhnya industri peternakan unggas lokal.
Rencana pencabutan Pergub 17/2007 juga menjadi bagian dari strategi Pemprov dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sherly menyebutkan bahwa harga telur yang tinggi menjadi kendala dalam pelaksanaan program tersebut.
“Saat ini harga telur di Ternate mencapai Rp2.200 per butir. Di wilayah-wilayah lain seperti Halmahera, bisa mencapai Rp3.000 hingga Rp4.000. Idealnya, harga telur itu hanya Rp1.500. Tanpa harga yang terjangkau, kita sulit mengatur anggaran program MBG yang hanya Rp10.000 per porsi,” jelasnya.
Guna menekan harga, Pemprov menargetkan swasembada telur mulai 2026. Untuk mendukung hal itu, kerja sama telah dijalin dengan Universitas Khairun (Unkhair) dan sektor swasta dalam program percontohan pembibitan ayam petelur.
Tak hanya itu, lahan pertanian seluas 2.000 hektare juga telah disiapkan untuk ditanami jagung sebagai bahan baku pakan ayam.
“Kami juga sedang menyiapkan seluruh infrastruktur pendukung. Targetnya rampung di akhir 2025. Setelah itu, kita fokus pada produksi dan distribusi agar harga telur bisa ditekan hingga Rp1.500 per butir,” pungkas Sherly.(ys)

Tinggalkan Balasan