SANANA, Sabua.id – Jembatan Merah Putih di Desa Pastina, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, diresmikan oleh Bupati Kepulauan Sula, Hj. Fifian Adeningsi Mus, didampingi Komandan Kodim (Dandim) 1510/Sula Letkol Inf Zulfani, Rabu (23/9/2026).
Peresmian tersebut menandai selesainya pembangunan jembatan yang dikerjakan melalui pola karya bakti oleh TNI bersama masyarakat. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memperkuat akses serta menunjang aktivitas masyarakat Desa Pastina dan sekitarnya.
Program Jembatan Merah Putih merupakan program pemerintah pusat yang dilaksanakan melalui TNI dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas serta pembangunan infrastruktur dasar di wilayah.
Dandim 1510/Sula Letkol Inf Zulfani mengatakan, pembangunan jembatan tersebut tidak dilaksanakan melalui kontrak pekerjaan, melainkan dengan pola karya bakti yang melibatkan anggota TNI dan masyarakat.
Karena itu, ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan jembatan tersebut.
“Sampai saat ini, Kodim 1510/Sula telah melaksanakan pembangunan tiga jembatan dan beberapa titik lainnya masih dalam proses pengusulan untuk pembangunan berikutnya. Program Jembatan Merah Putih ini merupakan program Presiden yang dilaksanakan oleh TNI melalui satuan kewilayahan dengan melibatkan masyarakat,” ujar Zulfani.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Pastina dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu bulan 25 hari. Proses pengerjaan dilakukan secara bersama-sama oleh anggota TNI, Babinsa, dan masyarakat, baik siang maupun malam.
Zulfani mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.
“Saya juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan ini. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin dalam pembangunannya, sehingga saya berharap jembatan ini dapat digunakan dan bertahan dalam jangka waktu yang panjang serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan berbagai infrastruktur di Kepulauan Sula, termasuk jembatan dan sarana air bersih, tidak terlepas dari sinergi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula.
Menurut Zulfani, dukungan Bupati, Sekretaris Daerah, pemerintah desa, serta jajaran terkait turut membantu terlaksananya berbagai program pembangunan tersebut.
“Mudah-mudahan jembatan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, dapat dijaga dan dirawat bersama, serta menjadi berkah bagi kita semua,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Sula Hj. Fifian Adeningsi Mus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran TNI, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong dalam pembangunan jembatan tersebut.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran TNI, pemerintah desa, serta masyarakat yang telah bergotong royong dan bekerja sama dalam proses pembangunan jembatan ini hingga dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang direncanakan,” tutur Fifian.
Menurut Fifian, keberadaan Jembatan Merah Putih memiliki arti penting bagi masyarakat karena menjadi salah satu akses yang dapat menunjang aktivitas dan kebutuhan sehari-hari.
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang.
“Pembangunan ini merupakan hasil kerja sama dan dukungan berbagai pihak. Pemerintah daerah akan terus mendorong pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat, termasuk akses jembatan di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan,” pungkasnya. (Fan/red)

Tinggalkan Balasan