SANANA, Sabua.id — Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di delapan titik di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, terus dikebut. Hingga kini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 95 parsen.

Komandan Kodim (Dandim) 1510/Sula, Letkol Inf Zulfani, mengatakan pembangunan tersebut dikerjakan menggunakan metode padat karya dengan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat.

“Pada prinsipnya progres pekerjaan Kopdes di delapan titik sudah menyentuh angka 95 persen. Kita melaksanakan program ini menggunakan metode padat karya karena mengingat keterbatasan anggaran,” ujar Zulfani, pada Senin (7/9/2026).

Dalam pelaksanaannya, pembangunan menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan material. Stok semen yang kosong membuat pekerjaan harus menunggu sekitar dua hingga tiga minggu hingga pasokan kembali tersedia.

Selain itu, material CMP dan besi harus didatangkan dari luar daerah, seperti Surabaya dan Luwuk.

“Dinamika-dinamika yang kita alami selama pekerjaan, yakni kelangkaan material berupa semen karena kehabisan stok di toko, sehingga kita harus menunggu dua sampai tiga minggu baru stok terisi. Kemudian material berupa CMP dan besi-besi lainnya harus kita pesan dari luar daerah, seperti di Surabaya dan Luwuk,” jelasnya.

Untuk mempercepat pekerjaan konstruksi, Kodim 1510/Sula juga mendatangkan 28 tenaga ahli dari Jawa Timur untuk menangani pekerjaan pengelasan.

“Sebanyak 28 tenaga ahli yang kita datangkan dari Jawa Timur untuk melaksanakan pengelasan. Semua itu membutuhkan hitungan-hitungan manajerial yang luar biasa,” kata Zulfani.

Menurutnya, kondisi geografis dan kebutuhan material menjadi bagian dari tantangan dalam pembangunan Kopdes di wilayah Kepulauan Sula. Meski demikian, proses pembangunan tetap berjalan hingga ditargetkan rampung 100 persen.

“Dinamika-dinamika inilah yang membuat kita tetap pelan-pelan berjalan. Meskipun pelan-pelan, kami tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut di tahap 100 persen,” tegasnya.

Setelah pekerjaan fisik mencapai 100 persen, pembangunan akan memasuki tahap verifikasi. Proses ini dilakukan untuk memastikan bangunan Kopdes memenuhi standar kelayakan sebelum dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

Verifikasi akan dilakukan oleh Agrinas bersama instansi terkait di Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula.

“Verifikasi itu akan diagendakan setelah kita menyatakan pekerjaan sudah 100 persen, barulah tim verifikasi turun,” terang Zulfani.

Setelah proses verifikasi selesai, pengelolaan dan sistem manajerial Kopdes akan dijalankan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Zulfani menegaskan, peran Kodim dalam program tersebut berfokus pada pembangunan fisik.

“Kami TNI pada prinsipnya hanya membangun fisik, namun untuk sistem manajerialnya sudah diatur secara internal oleh Agrinas dan perwakilan-perwakilan pengurus yang ada di Kepulauan Sula,” katanya.

Selanjutnya, Kopdes yang telah melalui proses verifikasi akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk kemudian diteruskan kepada pemerintah desa.

“Setelah verifikasi, nanti ada sesi berikutnya, yaitu penyerahan ke pemerintah daerah dan Pemda serahkan lagi ke desa,” ujarnya.

Zulfani juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan melalui metode padat karya.

“Saya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kepulauan Sula dan Taliabu atas respons mereka terhadap kegiatan yang kami laksanakan ini sangat luar biasa. Jadi program padat karya yang kami laksanakan ini sangat mendapat respons positif,” pungkasnya. (Fan/red)

 

Penulis : Sarfan Teapon

Editor : Noho Ahmad