Pemprov Malut Gerak Cepat Pulihkan Jalur Warga Saketa

SOFIFI – Hujan deras yang melanda wilayah Halmahera Selatan, Maluku Utara, menyebabkan bencana banjir dan longsor di sejumlah titik. Salah satu wilayah terdampak paling parah adalah kawasan Saketa, Kecamatan Gane Timur Utara, di mana ruas jalan Saketa–Dahepodo tertutup material longsor dan tidak dapat dilalui.

Akibat tertutupnya jalur utama tersebut, aktivitas masyarakat sempat lumpuh total. Menyikapi kondisi darurat itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, langsung menginstruksikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar, untuk segera melakukan penanganan di lokasi terdampak.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Dinas PUPR menurunkan alat berat ke lokasi bencana pada Minggu, 30 Juni 2025. Awalnya dilaporkan terdapat empat titik longsor, namun hasil pemeriksaan di lapangan menemukan ada enam titik yang tertimbun longsoran.

“Proses pembersihan material longsor dilakukan secepatnya demi membuka kembali akses vital bagi warga di wilayah tersebut,” kata Risman, Rabu (2/7/2025).

Setelah tiga hari pembersihan intensif, akses jalan akhirnya berhasil dibuka dan kembali bisa dilewati warga.

Salah satu warga Saketa, Abdul, mengapresiasi langkah cepat pemerintah provinsi dalam merespons bencana tersebut.

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur Sherly. Kami bersyukur jalan yang sempat tertutup longsor langsung dibersihkan dengan alat berat. Sekarang akses masyarakat sudah kembali normal,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelum alat berat tiba, warga sangat kesulitan karena jalur tersebut merupakan satu-satunya penghubung antar kampung di Gane Timur Utara.

Langkah cepat ini dinilai sebagai bentuk nyata komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam merespons bencana alam dan menjaga kelancaran pelayanan publik, terutama di masa darurat.

Gubernur Sherly sebelumnya juga telah menegaskan bahwa percepatan pemulihan akses dan infrastruktur pascabencana merupakan prioritas utama pemerintah daerah.(to)