Rusdi Yusuf

SOFIFI – Forum Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Maluku Utara menyatakan keberatan atas pernyataan Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, yang menyebut masyarakat Oba belum sepenuhnya mendukung rencana pemekaran Kota Sofifi. Pernyataan itu dinilai tidak mencerminkan aspirasi warga di lapangan.

Wakil Ketua Umum Forum DOB Maluku Utara, Rusdi Yusuf, menegaskan bahwa mayoritas warga daratan Oba justru menyambut baik pembentukan Kota Sofifi sebagai daerah otonomi baru.

Ia menyebut narasi yang dibangun Wali Kota Tidore Kepulauan sebagai bentuk pengaburan fakta.

“Seolah-olah masyarakat Oba menolak pemekaran. Padahal, sejak lama mereka menyuarakan keinginan agar Sofifi menjadi daerah otonom. Penolakan hanya datang dari segelintir ASN Pemkot Tikep yang khawatir kehilangan kewenangan,” kata Rusdi dalam keterangan kepada wartawan, Jumat, (18/7/2025).

Rusdi juga menyoroti inkonsistensi sikap politik Muhammad Sinen. Menurut dia, saat kampanye Pilkada Tidore 2024, Sinen pernah secara terbuka menyatakan dukungan terhadap pemekaran Sofifi. Namun setelah menjabat, sikap tersebut berubah drastis.

“Kita butuh pemimpin yang konsisten. Bukan yang menggunakan isu DOB untuk kepentingan politik sesaat. Jejak digitalnya bisa dilihat di media sosial,” ujar Rusdi.

Forum DOB Maluku Utara juga menilai pemekaran Sofifi sebagai solusi konstitusional yang sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 46 Tahun 1999. Aturan tersebut telah menetapkan Sofifi sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara, namun hingga kini status itu belum sepenuhnya diimplementasikan secara struktural maupun anggaran.

“Sudah lebih dari dua dekade Sofifi ditetapkan sebagai ibu kota, tapi belum memiliki struktur pemerintahan dan anggaran sebagai pusat administrasi. Karena itu, pembentukan DOB adalah langkah realistis dan sah secara hukum,” kata Rusdi.(ys)